Amanita #5

 

 

 

sepasang mata hitamnya menatap mata Amanita lama

lembut

begitu lembut

 

(Amanita ingin menelan matanya, menukar semua kenangan yang ada di dalam mata itu)

 

kamu adalah puisi, Amanita

selarik puisi dari langit

tumbuh menjadi setangkai bunga yang tinggi

yang mampu menggapai pucuk-pucuk rinduku, bisik Ilalang

 

 
Dokumentasi
Powered by mod LCA