Keka #14

Keka?

Ada suara memanggilku.

Ruangan seketika menguning remang. Mataku mengerjap.

Ada tangan yang mengembang, memeluk tubuhku erat. Aku menenggelamkan diriku ke dalam pelukannya. Hangat. Mesra.

Aku mengangkat muka. Menatapnya.

Ia tersenyum.

Karena ini mimpi, dan dalam mimpi semua bisa terjadi.

Lihat! Aku mau main sulap, ucapnya.

Ia lalu mengepalkan tangannya sambil berkomat-kamit. Sesekali ia meniup kepalannya. Mungkin jampi-jampi atau mantra, dugaku. Terakhir tangannya saling menggosok lalu membuka. Ia memamerkan sebuah benda di atas telapaknya. Bundar dan putih.

Mutiara.

Aku menunduk. Menatapnya dengan takjub.

Cahaya kuning jatuh tepat pada permukaannya yang putih. Kilaunya sederhana.

Aku menghela napas panjang.

Mutiara ini asli dari dasar samudera dan datang dari kerang yang terluka, ucapku sendu.

Aku menggeleng.

Ruangan kembali gelap. Aku berbaring di atas tempat tidur. Merasakan belaian dengan segenap rasa sayang.

Sayup-sayup aku mendengar suara radio. Bunyi jarum jam yang tak bosan mendetaki waktu. Teratur.

Aku kembali tertidur.

Menepi. Mencari mimpi. Atau membuat mimpi yang lain?

Dan kalau pun bukan bukan mimpi, siapa yang peduli?*

 

Comments 

 
# obat jerawat alami 2012-03-26 02:25
Menepi. Mencari mimpi. Atau membuat mimpi yang lain?

saya suka kalimat ini...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# mayssari 2012-05-22 03:33
Keka, sungguh aku rindu kamu....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# mayssari 2012-05-22 03:34
Keka, sungguh, aku rindu kamu...
Reply | Reply with quote | Quote
 
Dokumentasi
Powered by mod LCA