Lolita #11

MALAM ini Lolita mengajak kekasihnya bermain kartu. Tapi Bara tak setuju.

“Kenapa?” tanya Lolita.

“Kamu kan tidak bisa main kartu. Nanti aku dijadikan taruhan, dan kalah.”

Lolita tertawa.

Bara memilih membaca. Hanya sebentar, cuma delapan halaman, karena kekasihnya kembali ribut soal bermain kartu.

“Aku ingin main kartu.” Lolita merajuk.

Bara mengalah, tapi memberinya isyarat: “Yang kalah buka baju.”

“Yang kalah cium,” sambut Lolita, tak mau kalah.

“Iya, juga menanggalkan baju satu-satu. Setuju?”

“Tidak mau,” pekik Lolita, sambil tertawa. “Sudah pasti aku yang kalah. Aku kan tidak pernah main kartu. Belum lagi kalau kamu bertindak curang.”

“Tidak akan curang.” Janji Bara.

“Main kartunya yang mudah saja, di atas tubuh kamu,” goda Bara.

“Tidak mau!”

“Bagaimana kalau begini?" Bara menawarkan pilihan lain. “Setiap kali main, yang kalah tubuhnya jadi alas.”

“Enak aja!”

“Terserah kamu deh...” Bara mengalah.

“Aku akan bikin kamu kalah terus,” ujar Bara mantap.

“Belum tentu!” Lolita menjulurkan lidah.

“Lihat saja nanti.”

Permainan pun dimulai.

Dan…

“Menang!” teriak Bara.

“Ah, kamu pasti curang!” Lolita pura-pura tidak menerima kekalahan, sambil tertawa kencang.

Permainan usai. Bara menarik tubuh Lolita, menciuminya, lalu mengajaknya bicara.

“Bagaimana kalau kamu kujadikan taruhan?” tanya Bara, sambil mendekap, dan memainkan anak-anak rambut kekasihnya.

“Menjadi Drupadi-mu?”

“Ada contoh lain. Dalam film Wild Blood, sang istri juga jadi taruhan. Tapi suaminya menang. Istrinya tetap marah, bertengkar, lalu bercinta.”

Lolita tersenyum, lantas membalikkan tubuhnya.

“Jangan kau pertaruhkan tubuhku,” ujar Lolita, sambil menatap mata Bara sendu.

“Ada yang menggelora dalam matamu.”

“Kita sudah kadung berkelindan seperti kawat, begitu melekat kuat. Tak perlu bertengkar. Akan kuberikan. Utuh,” bisik Lolita setengah merayu.

“Apa itu?” kejar Bara, setengah menggoda.

 

APAKAH mungkin mereka bermain kartu, sementara helai-helai benang tanggal satu per satu. Pasti akan ada yang menyatu, dengan irama nafas memburu.*

 
Dokumentasi
Powered by mod LCA