Kehilangan

Teringat sebuah alkisah cinta, Lolita-Bara

Puisi mati tanpamu, ucapnya.

Lolita juga kehilanganmu, Bara.

 

Amanita #5

 

 

 

sepasang mata hitamnya menatap mata Amanita lama

lembut

begitu lembut

 

(Amanita ingin menelan matanya, menukar semua kenangan yang ada di dalam mata itu)

 

kamu adalah puisi, Amanita

selarik puisi dari langit

tumbuh menjadi setangkai bunga yang tinggi

yang mampu menggapai pucuk-pucuk rinduku, bisik Ilalang

 

 

Amanita #4

 

maukah kau melepas semestamu?

maukah kau menukar seorang untukku?

aku berbisik di telinga langit

 

di atas tanah, aku terdiam begitu lama

 

lantas,

 

mereka......

merebahkanmu di atas tanah

kau ja-tuh de-ngan sem-pur-na, Amanita

 

saat itu tubuhmu basah, penuh kabut

berembun seperti bunga subuh hari

tubuhmu begitu menebarkan rasa

 

(Amanita mengangkat wajah, menatap mata hitam di hadapannya)

 

Amanita #3

 

kau tahu mengapa langit menjatuhkanmu, Amanita?

(Amanita menggeleng)

mau tahu?

(Amanita menengadah, menatap langit abu-abu)

mereka......

(Sekilas terbayang penglihatan Amanita ketika terjatuh dari langit)

 
Dokumentasi
Powered by mod LCA