e Pena | Page-3

Ilalang

ilalang itu aku

bergoyang

sendirian

kini kulayari langit tak bertuan

tak berangin

tak berduka

sesekali kulepas rinduku

selalu ada saat untuk surut

menjauh

dan, angin akan selalu menyanggaku

 

Kelana

kita pun berkelana,

bersama-sama

melepas suara rana kamera

melukis dengan cahaya

dan, langit pun memeluk kita

 

Keka #14

Keka?

Ada suara memanggilku.

Ruangan seketika menguning remang. Mataku mengerjap.

Ada tangan yang mengembang, memeluk tubuhku erat. Aku menenggelamkan diriku ke dalam pelukannya. Hangat. Mesra.

Aku mengangkat muka. Menatapnya.

 

Keka #13

Aku dan dia duduk di meja pojok menghadap jendela.

Kami memesan kopi yang sama.

Terima kasih sudah mau datang membantuku, ucapku sopan.

Dia membalasnya dengan senyuman. Untuk itulah aku datang padamu.

Aku menatapnya. Matanya.

 
Dokumentasi
Powered by mod LCA