e Pena | Page-6

Keka #4

Bagaimana kalau kita ke pantai?

Kini ia berbicara dengan senyuman tegas.

Masih cukup waktu sebelum kita kembali.

Suaranya begitu jernih dan bijak.

Kalau kau mau.

 

Keka #3

Di luar, senja mulai merekah bagai jeruk yang dibelah. Lembut dan manis.

Tiba-tiba pertanyaan itu datang lagi.

Aku ingin bertanya, maukah kau ikut bersamaku ke kota besok? Tolong bilang ya.

Dan, kembali perasaan senang Keka hadir.

Setengah malu-malu Keka menjawab, Baiklah. Jauh di dalam lubuk hati, ada harapan dan egois menyatu.

 

Keka #2

Hari ini aku berniat melebarkan sayapku. Sudah memutuskan tali-tali pengikatnya. Aku ingin keluar, ke ruang-ruang tak terhingga di dunia luar.

Ini agak menakutkan.

Maka aku memanggilmu.

Kutunggu lama sekali, tapi kamu tak menjawab.

Ah, Keka, apa yang kamu harapkan? kata suara dalam benakku.

 

Keka #1

Ka, kamu berubah!

What? Mata Keka yang bulat melebar seketika.

Ya-ya-ya, gue tau kok! Gue banyak makan belakangan ini, wajah Keka lesu.

Bukan, Ka, bukan itu!

Jadi?

 
Dokumentasi
Powered by mod LCA