Keka #4

“Bagaimana kalau kita ke pantai?”

Kini ia berbicara dengan senyuman tegas.

“Masih cukup waktu sebelum kita kembali.”

Suaranya begitu jernih dan bijak.

“Kalau kau mau.”

 

Keka #3

Di luar, senja mulai merekah bagai jeruk yang dibelah. Lembut dan manis.

Tiba-tiba pertanyaan itu datang lagi.

“Aku ingin bertanya, maukah kau ikut bersamaku ke kota besok? Tolong bilang ya.”

Dan, kembali perasaan senang Keka hadir.

Setengah malu-malu Keka menjawab, “Baiklah.” Jauh di dalam lubuk hati, ada harapan dan egois menyatu.

 

Keka #2

Hari ini aku berniat melebarkan sayapku. Sudah memutuskan tali-tali pengikatnya. Aku ingin keluar, ke ruang-ruang tak terhingga di dunia luar.

Ini agak menakutkan.

Maka aku memanggilmu.

Kutunggu lama sekali, tapi kamu tak menjawab.

“Ah, Keka, apa yang kamu harapkan?” kata suara dalam benakku.

 

Keka #1

“Ka, kamu berubah!”

“What?” Mata Keka yang bulat melebar seketika.

“Ya-ya-ya, gue tau kok! Gue banyak makan belakangan ini,” wajah Keka lesu.

“Bukan, Ka, bukan itu!”

“Jadi?”

 
Dokumentasi
Powered by mod LCA